Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 87 korban meninggal dari peristiwa gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Pada hari ini, secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang digelar di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (22/8).
Sementara itu, sebanyak 1.298 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 336 di antaranya mengalami luka berat.
"Jumlah orang-orang yang luka atau korban yang luka ada mencapai 1.298 jiwa, di mana yang luka berat sebanyak 336. Kabupaten Manggarai Timur dengan total 643 jiwa, ini merupakan luka yang terbanyak. Kemudian diikuti Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa," tutur dia.
Lebih lanjut, jumlah pengungsi juga meningkat akibat gempa susulan yang masih terjadi. Saat ini tercatat 150.576 orang yang mengungsi.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 melanda NTT pada Sabtu (15/8). Hingga Sabtu sore ini, BNPB melaporkan gempa susulan masih terus terjadi.
Terdapat 5.012 kali gempa susulan terjadi di NTT dengan magnitudo terbesar adalah 6,2 dan terkecil adalah 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga sebanyak 124 kali.
"Hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi dan hari ini kami mendapatkan jumlah gempa susulan sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 sedangkan yang terkecil adalah 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga sebanyak 124 kali," ucap Berton.**