SPBU di Inhu Jamin Pasokan Premium dan Solar Aman

Sabtu, 22 Juni 2013 | 12:42:00 WIB
RENGAT-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Inhu memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seluruh wilayah Kabupaten Inhu tetap terjaga dan tersedia.
 
Kalaupun terjadi antrean di sejumlah SPBU, hal itu bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan akibat kekhawatiran masyarakat menyikapi rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM bersubsidi. “Kita sudah mengundang seluruh pengelola SPBU di Kabupaten Inhu. Mereka menjamin stok BBM tetap tersedia, bahkan berlebih,” jelas Kepala Disperindagpas Inhu, Hasman Dayat, Jumat (21/6).
 
Diungkapkan Hasman Dayat, dari delapan SPBU di wilayah Inhu, hanya SPBU Simpang Granit, Kecamatan Batang Gangsal yang pasokannya berasal dari Jambi. Hal ini disebabkan karena posisi SPBU tersebut lebih dekat ke Jambi dari pada Pekanbaru. “Tujuh SPBU lain pasokannya tetap dari Pekanbaru,” ucapnya.
 
Selain itu, pihak pengelola SPBU Simpang Granit mengakui kesulitan untuk melarang masyarakat yang ingin membeli dengan menggunakan jirigen. Mereka beralasan pembelian menggunakan jirigen tersebut hanya untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk bahan bakar genset.
 
“Pihak pengelola juga menyampaikan kepada kita, meskipun aparat berwajib sudah memperingati agar tidak membeli dengan menggunakan jirigen, tetapi mereka tetap ngotot dan nekat. Sehingga pengelola agak kesulitan,” jelasnya.
 
Meski demikian, pihak pengelola menjamin stok BBM di SPBU Simpang Granit tetap tersedia. Bahkan saat ini di SPBU tersebut selalu dijaga oleh aparat kepolisian dan TNI. Langkah ini dilakukan agar distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan lancar dan tertib.
 
Mantan Kepala Bagian Keuangan Setda Inhu ini membenarkan terdapat antrean di sejumlah SPBU, terutama diatas pukul 19.00 Wib. Hal ini disebabkan karena masyarakat lebih sering mengisi BBM pada malam hari. Disaat bersamaan, pihak SPBU biasanya baru selesai menerima pasokan BBM dari Pertamina.“Tetapi kalau pagi sampai sore tetap lancar,” jelasnya.
 
Karena itu, Hasman Dayat berharap masyarakat tidak perlu khawatir dan panik menyikapi rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Sebab pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan terhadap seluruh SPBU di wilayah Inhu. Apalagi aparat kepolisian juga sudah menempatkan personilnya disejumlah SPBU untuk mengantisipasi oknum-oknum tertentu yang mencoba mencari keuntung dibalik rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
 
“Disperindag juga sudah mengimbau kepada seluruh pengelola SPBU agar bersama-sama menjaga distribusi BBM bersubsidi agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan. Bukan untuk kepentingan orang ataupun pihak tertentu yang ingin mencari keuntungan,” tegasnya seraya menjelaskan bahwa Disperindagpas lebih mengutamakan pembinaan dari pada penindakan, meskipun Disperindag memiliki Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS).
 
Sementara itu, dari pantauan, antrean kendaraan, khususnya roda dua terjadi disejumlah SPBU di wilayah Inhu jelang rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Meskipun antrean masih dalam batas wajar dan belum terlalu menimbulkan keresahan di tengan masyarakat. Antrean tersebut biasanya terjadi pada malam hari. (tm01)
 

Terkini