Pekanbaru-Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman pasrah terkait ada tidaknya putra Riau yang diangkat menjadi menteri dalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Saat ditanya soal peluang tersebut, Andi Rahman sapaan akrab hanya tersenyum tersipu malu. Ia tak ngotot mengajukan nama dari Riau duduk sebagai menteri.
"Mungkin belum waktunya Riau mendapatkan jatah menteri," ujar Andi sambil tertawa kecil, Minggu (19/10/2014).
Menurut Andi, untuk menjadi menteri itu tidak mudah, karena banyak yang harus dipertimbangkan.
"Gak mudah jadi menteri, ada penilaiannya juga," jelas Andi.
Mantan Gubernur Riau yang saat ini sudah ditahan KPK, Annas Maamun sebelumnya dengan tegas meminta kepada Presiden terpilih untuk mengambil satu menteri dari putra Riau.
Ini dimaksudkan untuk pemerataan pembangunan di Provinsi Riau yang dianggap masih jauh tertinggal dari daerah-daerah di Pulau jawa. Pertimbangan lain, disebabkan Riau merupakan satu daerah dengan pendapatan sektor Migas dan perkebunan kelapa sawit serta industri kertas terbesar di Indonesia. Sehingga dianggap wajar putra daerah Riau juga ikut mengambil kebijakan di pusat. (rep05/trb)