TKI Ngamuk, Menakertrans Bilang hanya Plastik yang Dibakar

Senin, 10 Juni 2013 | 08:27:00 WIB
Muhaimin Iskandar

JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin
Iskandar, tampaknya belum menganggap serius kasus pembakaran Konsulat
Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah oleh ratusan TKI. Muhaimin
malah menyebut pemberitaan soal pembakaran KJRI terlalu dibesar-besarkan.

"Itu hanya plastik yang dibakar. Dilebih-lebihkan saja," kata Muhaimin
kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (10/6/13).

Namun, Muhaimin mengakui terjadinya kerusuhan di KJRI. Menurutnya kerusuhan
terjadi karena antrean TKI yang ingin mengurus surat pemutihan terlalu
banyak.  "Sebetulnya karena terlampau banyak yang antre kemudian terjadi
kerusuhan," ujarnya.

Muhaimin mengaku sudah mengirim Dirjen Kemenakertrans untuk memperkuat
penanganan dan pelayanan yang disediakan KJRI Jeddah. Dia memastikan para
TKI yang mengalami overstay tidak akan dipulangkan ke Indonesia.

Sementara itu anggota Komisi IX DPR, Poempida Hidayatoellah mengatakan,
kemarahan para TKI karena Kemenakertrans dan BNP2TKI lamban menyelesaikan
proses pengurusan administrasi ratusan TKI yang kehabisan izin tinggal
(pemutihan/overstay).

"Baru saja dua pekan silam saya menanyakan ke Menakertrans dan BNP2TKI
adanya 300an TKI yang terkatung-katung di Saudi Arabia," kata Poempida.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, Kemenakertrans dan BNP2TKI tidak
merespon secara cepat laporan masuk. Padahal menurut sepengetahuannya,
ratusan TKI telah terkatung-katung nasibnya sejak beberapa bulan terakhir.
(rep02)

Terkini