JAKARTA-Anggota DPRD DKI, William Yani mengaku prihatin dengan maraknya tawuran pelajar hingga memakan korban jiwa. Menurutnya, pelajar yang terlibat tawuran harus diberi sanksi tegas.
"Harus keras, jangan dikasih ampun," kata William.
Anggota Fraksi PDIP ini mengaku sependapat dengan Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyatakan, pelajar yang terlibat tawuran harus dikeluarkan dari sekolah dan dipisahkan dari kelompoknya.
"Pelajar yang terlibat tawuran hingga meninggal dunia harus diberi sanksi tegas dengan dikeluarkan dari sekolah. Selain itu, remaja yang dinilai menjadi pemimpin dipisahkan dari kelompoknya. Ini akan menjadi shock therapy," tegasnya.
Menurut William, jika pelajar diberi sanksi hanya dikembalikan pada orangtua untuk dibina, tidak akan timbul efek jera. "Jangan lagi yang terlibat tawuran dipulangkan. Harus ada efek jera," tegasnya.
Sebelumnya, Ahok mendesak seluruh sekolah negeri maupun swasta berani dalam menegakkan aturan bagi para siswanya yang terlibat tawuran atau kenakalan remaja.
Dia mengatakan, di setiap sekolah sudah ada aturan tegas bagi pelajar yang melakukan pelanggaran atau ikut tawuran. Hukuman yang paling ringan adalah memindahkan pelajar yang tawuran atau kenakalan lainnya ke sekolah lain.
Namun, jika tidak mau dipindahkan pelajar tersebut harus siap menerima hukuman yang lebih keras, yakni tidak naik kelas. Kalau masih tawuran dan melakukan perbuatan negatif lainnya, maka mereka akan dikembalikan ke orangtuanya masing-masing.(rep05)