Sosialita

Depe: Saya Rela Nggak Dandan Asal Dapat Tanda Tangan Pak Menteri

Riaudaily.com, Jakarta - Niatan Dewi Persik untuk membuat buku tentang kehidupannya di dalam penjara butuh kerja keras. Ia pun masih harus meminta izin pada Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin beserta sang wakil, Denny Indrayana.
 
Selepas keluar dari penjara, Depe gencar berbicara soal buku yang menceritakan kehidupannya di dalam Rutan Pondok Bambu. Untuk kesekian kalinya, saat didapuk menjadi pengisi acara 'Pengobatan Gratis dan Peresmian RS Pengayoman' di Kawasan LP Cipinang, Jakarta Timur, Senin, (19/5/2014).
 
"Yang punya saudara atau keluarga di dalam rutan jangan takut dengan kehidupan di dalam rutan. Makanya Insya Allah Dewi Persik akan mengeluarkan sebuah buku, mohon doanya agar Dewi bisa dapat izin dari Pak Menteri dan Pak Wamen," ucap Depe di atas panggung.
 
"Judulnya 'Kontra Persik'," lanjutnya.
 
Dalam penampilannya kali ini, Depe juga tampil dengan dandanan minimalis. Tak ada bulu mata, bahkan Depe melepas sepatu hells-nya saat berada di atas panggung.
 
"Banyak yang tanya, Dewi kenapa nggak dandan. Nggak apa-apa, Dewi Persik nyanyi tanpa dandan yang penting dapat tanda tangan dari Pak Menteri (untuk izin buku)," celetuknya sambil tersenyum.
 
Untuk bisa menerbitkan buku yang bercerita soal kehidupan di dalam penjara memang tak mudah untuk Depe. Depe harus meminta izin dari banyak pihak, mulai dari Kepala Rutan sampai, Ditjen Lapas, sampai kementerian Hukum dan HAM.
 
Terlebih, Depe sempat mengakui kalau selama di dalam rutan, dirinya juga bekerja sama dengan petugas untuk memotret dirinya selama menjalani kegiatan di Hotel Prodeo. Akibat ulahnya itu, di hari kebebasannya Depe hampir mendapat hukuman tambahan.
 
"Bebas! Bebas! Nanti saya mau ke Ditjen, mau ke Pak Menteri juga," teriak Depe dari atas panggung bersama tahanan narkotika. (rep01)

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]