Hukum

RZ Ikhlas Jika Akhirnya Ditahan KPK

PEKANBARU - Peresmian Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau di jalan SM Amin, Tampan, Pekanbaru memang terkesan mendadak dari jadwal semula yakni 20 Juni mendatang.

Mendadaknya prosesi peresmian ini disinyalir terkait rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (7/6/2013) memeriksa untuk kedua kalinya Gubernur Riau, HM Rusli Zainal sebagai tersangka kasus suap PON dan izin pemanfaatan hutan di Riau.

Kesan mendadak ini rupanya sudah dipahami oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Bahkan dalam pidato sebelum gedung setinggi Delapan lantai itu diresmikan, Rusli berkelakar kalau Kepala Dinas PU SF Hariyanto khawatir umur jabatannya sebagai Gubernur tidak lama lagi.

"Pak Yanto (SF Hariyanto) buru-buru, mungkin takut besok saya nggak ada lagi," celetuk Rusli dalam pidatonya.

Dalam kesempatan itu Rusli kembali mengulas status tersangkanya oleh KPK. Bahkan dia siap menerima apapun keputusan KPK dalam pemeriksaan kedua kali nantinya, termasuk kemungkinan ditahan.

"Jikapun terjadi (ditahan,red), saya ikhlas," tuturnya yang membuat suasana menjadi hening.

Namun yang jelas katanya, semua yang kerjakannya selama ini hanya untuk kepentingan masyarakat. "Ini sudah menjadi resiko yang harus saya tanggung, saya bekerja dengan ikhlas, dan ini semua untuk masyarakat Riau," tukasnya.

Rusli menyebut, selama memimpin dua periode sebagai Gubernur, Provinsi Riau bisa dikatakan sebagai daerah yang paling maju pesat di Indonesia.

Ini dapat dilihat dari indeks pembangunan manusia dan proses pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana yang ikut maju di Riau. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Riau yang didukung melalui program Pemerintah, salah satunya K2I, telah merubah wajah Riau dalam sepuluh tahun terakhir.

"Kita tentu ingat, sepuluh tahun yang l alu ketika saya baru menjabat sebagai Gubernur, belum ada yang bisa kita banggakan dari Riau ini. Memang kita disebut sebagai daerah yang kaya, diatas minyak dibawah minyak, tetapi fakta tidak menunjukkan itu. Tetapi sekarang kita boleh berbangga, karena banyak yang bisa kita banggakan," paparnya dilansir halloriau.com.

RZ juga berkisah ketika dirinya pertama kali menjabat sebagai Gubernur, sarana dan prasarana penting menjadi fokus utama yang harus dibenahi, salah satunya pusat pemerintahan yang mencerminkan majunya suatu daerah.

"Dulu ketika kita turun dari pesawat, kita lihat kondisi airportnya bagaimana, dan sekarang bagaimana. Lalu kita kalau melewati terus ke Jalan Sudirman, hanya gedung surya Dumai yang bisa kita katakan sebagai landmark. Tetapi sekarang coba lihat, hampir disemua ruas jalan kita lihat gedung-gedung tinggi," pungkasnya.

Lantaran itulah katanya, apa yang sudah dikonsepnya hari ini hendaknya dapat dilanjutkan oleh penerusanya, jika dia tidak lagi menjadi Gubernur Riau.

"Saya berharap siapapun pengganti saya nanti, harus memiliki visi yang jauh kedepan. Agar cita-cita kita mewujudkan Riau baru bisa tercapai,"tandasnya.

Sementara Kepala Dinas PU Riau SF Haryanto membantah jika peresmian gedung PU terkesan buru-buru karena mengingat Gubernur Riau, HM Rusli Zainal tidak ada lagi di Pekanbaru.

"Tidak begitu, rencana awal kemarin itukan pada 30 April tapi karena tidak terkejar makanya 20 juni. Tetapi Awal juni fisiknya sudah selesai makanya kita resmikan sekarang,"tukasnya. (rep2)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]