Nasional

Kenapa Presiden Belum Tetapkan Sinabung Bencana Nasional? Ini Jawabnya

Jakarta-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus mengikuti perkembangan situasi di Gunung Sinabung, Sumatera Utara, pascaerupsi yang menewaskan 15 orang pekan lalu.
 
"Presiden terus mendapatkan laporan dari Bapak Syamsul Maarif (Kepala BNBP). Hari ini dilaporkan erupsi Gunung Sinabung tetap berlanjut," kata Juru Bicara Presiden Julian A Pasha, di Majalengka, seperti dikutip dari Antara, Senin (3/2/2014), saat mendampingi Presiden Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat.
 
Menurut laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kata Julian, meskipun baru-baru ini ditemukan sejumlah kendaraan yang hangus, tetapi tidak ditemukan adanya korban jiwa tambahan, kecuali 15 korban yang telah ditemukan.
 
"Tadi dilaporkan bahwa upaya pencarian korban dihentikan sementara karena situasi yang kurang memungkinkan untuk lanjutan upaya pencarian," ujarnya.
 
Julian menyampaikan, Presiden turut berduka atas meninggalnya 15 orang akibat terkena awan panas Gunung Sinabung. Namun, Presiden juga meminta agar warga yang berada di pengungsian mengikuti arahan BNPB.
 
"Tetap waspada dan mengikuti petunjuk BNPB agar tidak mendekat atau kembali ke daerah yang masih dianggap sangat rawan terhadap erupsi," katanya.
 
Presiden, tambah Julian, juga telah memerintahkan Kepala BNPB untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan korban dan melakukan penanganan sebagaimana yang telah menjadi tugas BNPB.
 
Pada kesempatan itu, Julian juga menjelaskan bahwa pemerintah belum menetapkan erupsi Gunung Sinabung sebagai darurat atau bencana nasional karena penanganan dari pemerintah daerah, dibantu pusat, masih berjalan.
 
"Kita bersama tahu bahwa kondisi dari pemerintahan, baik di tingkat Kabupaten Karo atau di Provinsi Sumatera Utara, masih berjalan. Yang penting adalah koordinasi pemerintah pusat dan daerah tetap berjalan baik," katanya.
 
Pada pekan lalu, awan panas Gunung Sinabung mengakibatkan 15 orang tewas. Ke-15 korban tersebut ditemukan berada di zona bahaya yang terlarang yang tidak boleh dimasuki warga.
 
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan radius 5 kilometer harus kosong dari aktivitas penduduk. Terdapat lima desa yang terletak di radius berbahaya sepanjang 3 - 3,5 kilometer, yaitu Desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, Sigarang-garang, dan Sukanalu. (rep05)

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]