LPG 3 Kg Mulai Hilang

Agen keluhkan Pertamina Kurangi Kuota

PEKANBARU - Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg mulai menghilang di Pekanbaru. Penyebabnya, menurut sejumlah agen penyalur, PT Pertamina mengurangi kuota pasokkan dari sebelum. Sehingga, agen-agen penyalur LPG 3 Kg banyak dikeluhkan pengecer kanena kebutuhan gas sulit didapat konsumen. 
 
Hal ini dikatakan, Andi (35), salah satu Agen penyalur LPG di Jalan Paus, kepada Metro Riau, Rabu (11/12). "Kita juga belum tahu apa penyebab kuota dikurangi. Akibatnya banyak pengecer dan konsumen mengeluh karena sulit mendapatkan gas sebagai kebutuhan pokok," sebutnya. 
 
Keluh Andi, seharusnya PT Pertamina menambah kuota dari sebelumnya dan bukan malah mengurangi tanpa memberi tahu alasan penyebabnya. "Barusan ini kita hanya mendapat kuota gas sebanyak 270 tabung dari PT Pertamina. Padahal, sebelumnya jatah kita sebanyak 560 tabung. Dengan begitu, secara otomatis tentu untuk mencukupi kebutuhan tingkat pengecer hingga konsumen perlu disiasati dengan cara membagikannya secara merata ke pengecer itu tadi," sebutnya.
 
Akibat kelangkaan LPG, tak jarang pengecer nakal memainkan harga gas 3 Kg yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp16.000, kini menjadi Rp18.000 per tabung. "Kita jual kepada pengecer untuk ukuran gas 3 Kg Rp13.500 per tabung. Tetapi, untuk pengecer berapa mereka menjual kita tidak tahu. Tetapi, jika melihat kelangkaan gas seperti ini, kemungkinan (memainkan harga) itu bisa terjadi. Dan itu saya kira wajar," jelasnya. 
 
Sementara, sambungnya, untuk tabung gas ukuran 12 Kg diakuinya tak mengalami pengurangan pasokkan. "Kita berharap PT Pertamina jangan lagi mengurangi kuota gas 3 Kg. Supaya tidak membuat resah masyarakat," harapnya. 
 
Senada disampaikan pengecer LPG di kedai-kedai yang mengalami kekurangan stok barang. "Sudah beberapa hari ini gas kosong. Calon pembeli banyak yang kecewa. Kata agennya, mereka juga kesulitan mendapatkan pasokkan dari Pertamina," keluh pengecer bernama Dede (56). 
 
Dengan kondisi semacam ini, dirinya malah berniat mengganti profesinya dengan membuka dagangan lain. "Kalau seperti ini terus  lebih baik jualan kebutuhan lain. Kita juga berkoordinasi terus dengan agen PT Pertmanina, namun nyatanya kebutuhan gas belum bisa tercukupi. Mau tak mau ya kita naikkan harga gas 3 Kg menjadi Rp18.000 per tabung," tegasnya. dilansir metro riau. (rep10)
 

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]