Politik

Golput Tinggi Karena Krisis Kepercayaan

PEKANBARU - Sementara terkait tingginya golput menurut pengamat politik dari Universitas Riau, Saiman Pakpahan, ini terjadi karena krisis kepercayaan masyarakat terhadap figur yang maju sebagai calon pemimpin Riau.

‘’Angka golput tidak bisa selesai hanya dengan memberikan obat. Persoalan sangat prinsip harus dibangun dari lama. Masalahnya, saat ini masyarakat sudah mulai cerdas dalam menyikapi kondisi yang terjadi,’’ tutur Saiman dilansir riaupos.co.id.

Ia menilai, krisis kepercayaan itu dikarenakan masyarakat diberikan tontonan politik yang tidak memberikan nilai positif.

Salah satu indikatornya adalah keterlibatan kepala daerah dalam kasus korupsi yang menyebabkan masyarakat cenderung kurang simpati untuk memberikan hak suaranya.

Faktor lainnya adalah tata pemerintahan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat, sehingga statement yang menilai gubernur baru tidak akan merubah nasib rakyat kecil santer berkembang di kalangan masyarakat yang memilih golput.(rep2)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]