Nasional

Potensi Kluster Penularan Covid-19 Kebanyakan di Perkantoran

JAKARTA - Indonesia sudah pernah terkena wabah flu Spanyol pada 1918. Berdasarkan catatan Michigan University, korban jiwa di pulau Jawa saja sudah mencapai 4 juta orang. Saat itu, pemerintah kolonial Belanda melakukan terobosan untuk mengubah perilaku masyarakat. yakni, melalui pendekatan budaya lewat sarana wayang.

Saat ini, masyarakat juga punya tanggung jawab pribadi untuk mencegah penularan Covid-19. Pihaknya beberapa waktu belakangan menyosialisasikan sebuah gerakan mengajak orang lan disiplin. Di mana satu orang diwajibkan mengingatkan minimal dua orang di dekatnya untuk patuh pada protokol kesehatan. Jaga jarak, hindari kerumunan, pakai masker, dan cuci tangan sesering mungkin.

Memang, yang paling sulit adalah menjaga jarak dan menghindari kerumunan, karena itu, masing-masing orang harus saling mengingatkan. Bagaimanapun, Covid-19 belum akan berakhir. Vaksin masih terus diupayakan, namun publik juga masih harus menunggu.

Salah satu potensi klaster penularan saat ini ada di kawasan perkantoran. Di mana tidak sedikit kantor yang sudah memulai kerja secara normal. Saat disinggung mengenai hal itu, Doni menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengingatkan agar semua perkantoran menerapkan kerja dua sif. Sif pertama pukul 7.00-7.30 sampai 15.00-15.30. sementara sif kedua pukul 10.00-10.30 sampai 18.00-18.30. Harapannya, jumlah karyawan di kantor bisa berkurang 50 persen.

Seluruh pimpinan kantor, baik kementerian/lembaga maupun perusahaan BUMN dan swasta agar lebih perhatian pada karyawan. Mereka yang termasuk kelompok rentan jangan diwajibkan ngantor. Yakni, mereka yang usianya sudah mulai masuk lansia maupun karyawan yang punya penyakit bawaan terkait imun.

Kemarin, Corporate Secretary Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank Agus Windiarto kemaren, (27.7) menyatakan ada pegawainya yang positif Covid-19. Seluruh kegiatan operasional di kantor pusat Prosperity Tower, SCBD, lantas ditutup selama 14 hari kerja. Hal tersebut untuk memastikan keamanan dan keselamatan para pegawai lainnya dan semua pihak yang memiliki hubungan kerja dengan LPEI.

"Pegawai yang positif sudah dirawat di rumah sakit rujukan pemerintah atas tanggungan LPEI. Kepada seluruh pegawai lainnya termasuk orang tanpa gejala (OTG) diminta untuk melakukan swab test mandiri," kata Agus.

Pihaknya juga melakukan desinfeksi di seluruh ruangan kantor, dan akan dilakukan secara rutin dan berkala. Selama kantor lockdown, pegawai LPEI akan melakukan work from home.

"Kami sadar, ancaman virus datang dari segala sudut. Oleh sebab itu, manajemen LPEI mengikuti arahan pemerintah untuk sedapat mungkin memutus ranti penyebaran virus," beber Agus.

Di bagian lain, kantor BCA Prioritas cabang Equity Tower juga ditutup sementara lantaran ada pegawai yang positif Covid-19. "Memang tutup 21 Juli. Tapi, 22 Juli sudah dibuka kembali dan sudah disemprot desinfektan," ungkap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn mengatakan, pihaknya menerapkan prosedur mitigasi sesuai protokol kesehatan untuk memastikan operasional kantor cabang. Untuk pegawai yang postif Covid-19 sudah ditangani.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan bahwa instansinya bersama Polri melaksanakan perintah Presiden. Yakni mengkonsentrasikan personel TNI dan Polri di delapan daerah utama.  ”Delapan provinsi prioritas yang mengalami lonjakan kasuspositif (Covid-19) sampai 74 persen dari total kasus di Indonesia,” beber Hadi.

Melalui beragam inovasiyang dilakukan, Hadi optimistis tugas itu dapat dilaksanakan. Selain itu,penegakan disiplin protokol kesehatan juga dinilai penting oleh Hadi. Tindakan itu diambil lantaran pihaknya menilai masyarakat belum seluruhnya patuh terhadap protokol kesehatan. ”Dari hal sederhana saja yaitu menggunakan masker,” imbuhnya.(rep05)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]