Riau

BMKG: Kemarau Juli dan Agustus tidak Sekering Tahun lalu

PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi musim kemarau sudah mulai melanda Riau, hal ini dilihat dari mulai menurunnya intensitas hujan di sebagian besar wilayah di Provinsi Riau.

Demikian dikatakan Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Marzuki, menurutnya musim kemarau sebenarnya sudah mulai melanda sejak akhir Mei lalu.

"Kalau sekarang ini di Riau sudah memasuki musim kemarau ada yang sudah mulai Mei lalu, sampai akhir Juni kemarau keseluruhan, tidak serentak namun sudah dimulai sejak akhir Mei," ujar Marzuki yang dilansir tribunpekanbaru, Minggu (5/7/2020).


Sehingga lanjut Marzuki bisa dikatakan akhir Juni itu sudah masuk kemarau penuh di Riau. Selanjutnya pada Juli sudah hampir kemarau total.

"Untuk saat ini curah hujan sudah mulai berkurang, seperti Rokan Hilir, Dumai, Rohul namun yang masih hujan ada juga sebagain wilayah diantaranya Meranti dan sebagian wilayah lainnya, jadi bertahap,"ujar Marzuki.

Sedangkan untuk puncak kemarau di Riau sendiri diperkirakan bulan ini Juli dan Agustus. Namun kondisi perkiraan saat ini kemarau tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

"Lebih kering tahun kemarin dibanding tahun ini, tidak tahu ada perubahan yang jelas prakiraan kita begitu,"jelas Marzuki.

Memang diakui Marzuki untuk sebagian wilayah di Riau sudah mulai kering karena minimnya curah hujan yang turun dan menyebabkan lahan mudah terbakar.

"Untuk titik panas sendiri memang sudah mulai terpantau, sebenarnya tidak hanya di Riau melainkan di beberapa Provinsi lain juga sudah terpantau,"ujar Marzuki.

Prediksi kemarau tahun ini sampai September, namun sudah mulai peralihan dan sampai Oktober sudah mulai hujan melanda sebagian wilayah di Riau.

"Akhir tahun sesuai prakiraan kami sudah mulai hujan lagi, bahkan peralihan sudah dimulai pada September dan Oktober," ujar Marzuki.(rep05/tribun)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]