Riau

LLDIKTI Wilayah X Apresiasi Raker APTISI

Jamurin SH MH mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah X.

Pekanbaru, RiauDaily.Com - Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Provinsi Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau mengapresiasi Rapat Kerja Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Raker APTISI) Wilayah X-B yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Islam Riau Perhentian Marpoyan Pekanbaru, Senin (30/07/2018). 

Apresiasi itu disampaikan Kepala LLDIKTI Prof Dr H Heri MBA melalui Kepala Seksi Kelembagaan dan Kerjasama Jamurin SH MH.

Jamurin mengatakan, tugas dan tantangan perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0 sangat berat terutama dalam peningkatan mutu. Salah satu faktor penentu membaiknya mutu ada pada dosen atau staf pengajar. 

"Saya melihat masih banyak dosen yang belum memahami bagaimana teknik mengajar yang baik. Ini merupakan tugas berat yang harus kita pikirkan secara bersama-sama, tidak saja oleh LLDIKTI melainkan juga APTISI, organisasi tempat berwadahnya perguruan tinggi swasta,'' kata Jamurin dalam sambutannya pada acara Pembukaan Raker APTISI.

Rapar Kerja APTISI diikuti 85 pimpinan perguruan tinggi swasta di Provinsi Riau. Dibuka Ketua Umum APTISI Pusat Dr Ir M Budi Djatmiko MSi MEI.

Acara ini juga dihadiri Rektor Universitas Islam Riau Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL, Rektor Universitas Lancang Kuning Dr Hj Hasnati SH MH, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Dr H Mubarak MSi, Rektor Universitas Abdur Rab, mantan Ketua APTISI Riau Prof Dr H Syafrani, Wakil Rektor I dan III UIR, Dr H Syafhendry MSi dan Ir H Rosyadi MSi, Rektor Universitas Pasir Pengarayan Dr Adolf Bastian MPd, Ketua Yayasan Persada Bunda Haznil Zainal dan Ketua STIH Persada Bunda, Dr Irfan Ardiansyah, STIKES HTP Ahmad Hanafi dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta lainnya.

Disampaikan, seiring telah bergantinya nama Kopertis dengan LLDIKTI tantangan tersebut akan semakin berat mengingat bertambahnya beban kerja lembaga layanan dalam membina perguruan tinggi. Ke depan, ruang lingkup pembinaan LLDIKTI tidak semata terfokus kepada perguruan tinggi swasta akan tetapi juga perguruan tinggi negeri. 

"Jadi, tidak tertutup kemungkinan kita hanya mengenal perguruan tinggi semata tanpa ada lagi yang namanya PTN dan PTS. Sekarang LLDIKTI Wilayah X sudah dinaikkan tipenya dari B menjadi A,'' tambah Jamurin.

Sebagai Lembaga Layanan, LLDIKTI memiliki keterbatasan. Terutama keterbatasan dari segi anggaran. Walau demikian LLDIKTI Wilayah X tiada henti melaksanakan berbagai program yang mengarah ke peningkatan mutu baik peningkatan kualitas dosen maupun lain-lain. Misalnya pelatihan Applied Approach (AA) dan dorongan agar dosen terus melakukan penelitian. 

''Penelitian bagi dosen merupakan sebuah keharusan. Dari penelitian dosen dapat mengembangkan ide dan gagasannya. Lalu menuliskannya ke dalam jurnal berakreditasi supaya ide dan gagasan tersebut dikenal secara luas oleh masyarakat,'' ucap Jamurin seraya berharap, APTISI Riau dapat bekerjasama dengan LLDIKTI baik dalam meningkatkan kualitas dosen maupun peningkatan akreditasi perguruan tinggi.(*/ron)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]