Nasional

Korem 023/KS Buka Pendafaran Caba PK TNI AD 2018

Korem 023/Kawal Samudera membuka pendaftaran Bintara melalui Caba PK PK Unggulan, Caba PK Reguler Pria/Wanita dan Caba PK pulau terluar TA 2018.

Sibolga, RiauDaily.Com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui Korem 023/Kawal Samudera memberikan kesempatan kepada pemuda dan pemudi Indonesia untuk menjadi Bintara melalui Caba PK PK Unggulan, Caba PK Reguler Pria/Wanita dan Caba PK pulau terluar TA 2018.

 

Penerimaan Caba PK  Reguler tahun 2018  dibuka mulai tanggal 13 Agustus 2018  sampai 27 Agustus 2018. Tempat pendaftaran  AJENREM 023/KS. Sementara cara mendaptar melalui online dengan websait "rekrutmen-tni .mil.id. Dengan persyaratan: 

1.Print out pendaptaran online. 

2.Ijazah dan SKHU , SD, SMP, SMA dan sederajat. 

3.KTP calon dan orangtua. 

4.Kartu keluarga. 

5. Akte lahir. 

6. SKCK dari kepolisian. 

7. Surat lamaran tulis tangan. 

8. Surat keterangan dari babinsa.

9. Surat keterangan dari babinsa.catatan tidak dipungut biaya.

 

Kapenrem 023/KS Mayor Arm Ojak Simarmata mengimbau pemuda yang berminat dapat mendaftarkan diri dengan persyaratan: Warga Negara Indonesia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

 

Persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain:

1)  Warga negara Indonesia;

2)  Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

3)  Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945;

4)  Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 1 Oktober 2018;

5)  Tdak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia;

6)  Sehat jasmani dan rohani serta tidak berkacamata;

7)  Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

 

b.  Persyaratan lain.

1) Laki-laki dan/atau perempuan, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI.

2)  Berijazah minimal SMA/MA/SMK baik negeri atau swasta yang terakreditasi sesuai kebutuhan, dengan persyaratan nilai rata-rata sebagai berikut:

a)  Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2013 dan 2014, nilai akhir rata-rata (gabungan nilai ujian nasional dan nilai ujian sekolah) minimal 6;

b)  Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2015, nilai ujian nasional rata-rata minimal 55;

c) Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2016, nilai ujian nasional rata-rata minimal 50;

d) Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2017, nilai ujian nasional rata-rata minimal 40 (untuk wilayah di Pulau Jawa, Pulau Sumatera dan provinsi Bali) dan minimal 38 untuk wilayah lainnya;

e) Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2018, nilai ujian nasional rata-rata minimal 39 (untuk wilayah di Pulau Jawa, Pulau Sumatera dan provinsi Bali) dan minimal 37 untuk wilayah lainnya; dan

 

3) Memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm untuk laki-laki dan 157 cm untuk perempuan serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.

4) Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama sampai dengan 2 tahun setelah selesai pendidikan pertama.

5) Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun.

6) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7) Harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi:

a) Administrasi;      

b) Kesehatan;             

c) Jasmani;

d) Mental ideologi;    

e)  Psikologi           

f)  Akademik.     

 

c. Persyaratan tambahan.

 

1) Harus ada surat persetujuan orang tua/wali dan selama proses penerimaan prajurit TNI AD tidak melakukan intervensi terhadap panitia penerimaan maupun penyelenggara pendidikan pertama dalam bentuk apapun, kapanpun dan dimanapun.

2) Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain atau lembaga pendidikan di luar naungan Kemendikbud, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud.

3) Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.

4) Bagi yang sudah bekerja harus melengkapi persyaratan sebagai berikut: 

a) Melampirkan surat persetujuan/ijin dari kepala dinas/ jawatan/instansi yang bersangkutan; dan

b) Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Bintara PK TNI AD.

5) Melampirkan surat keterangan dari Babinsa setempat dengan diketahui Lurah/Kades asal tempat tinggal. 

6) Bersedia mematuhi peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung, apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma, jika pelanggaran tersebut ditemukan di kemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama. 

 

d. Pendaftaran:

 

a). Pendataan/spoting Caba PK Pulau Terluar (pulau Nias) 01-07-2018 sampai 15-07 - 2018

b). Caba PK Unggulan, Pria/Wanita di ajenrem 

01-07-2018 s/d 03-08-2018

c.) Caba PK Reguler di ajenrem  13-08-2018 sampai

27-08-2018

b. Pengecekan awal meliputi Rikmin, Rikkes terbatas, Jasmani, MI (Data Awal) Postur sbb:

a.) Caba PK Pulau Terluar  30-07-2018  s/d   01-08-2018

b). Caba PK Unggulan, Pria/Wanita 06   s/d   20-08-2018

 

c). Caba PK Reguler  28-08-2018 sampai 11-09-2018

 

Parade:

a.) Caba PK Pulau Terluar  pada 02-08-2018

b.) Kirim data cek awal ke Panpus pada 21-08-2018

c.) Caba PK Reguler pada 12-09-2018 

 

Mayor Arm Ojak Simarmata menegaskan, selama mengikuti rangkaian kegiatan pengujian/pemeriksaan, penerimaan Caba PK TNI AD TA 2018 ini para calon tidak dipungut biaya apapun. Pada waktu mendaftar calon harus berpakaian rapi dan bersepatu. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dan ditanyakan langsung pada tempat pendaftaran. (*/ron)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]