Halal Bi Halal Matua Saiyo Pekanbaru

Perguruan ISBT Kenalkan Ajaran dan Teknik Silek Tuo

Acara halal bi halal Persatuan Matua Saiyo dihadiri Ketum IKLA Riau Ir Noviwaldy Jusman.

Pekanbaru, RiauDaily.Com - Acara halal bi halal yang dihelat Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru di Gedung Balai Pertemuan Jalan Tanjung, Kelurahan Tangkerang Labuay, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Minggu (22/07/2018) berlangsung meriah.

Kenapa tidak? Karena pada acara tersebut panitia menampilkan atraksi seni bela diri asal Minangkabau, Sumatera Barat yakni Silek Tuo (Silat Tua). Tampilnya Silek Tuo di acara halal bi halal Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru ini dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan seni bela diri tradisional ini ke generasi muda khususnya dan warga Matua yang ada di rantau pada umumnya.

Pada kesempatan itu, Pimpinan Institute Silat Buluh Tua (ISBT) H Yuzirman Sutan Malano memperkenalkan ajaran dan teknik latihan yang diterapkan di perguruannya. Di antaranya, dalam latihan pihaknya berupaya terus menerapkan sport sign. Karena silat yang diajarkan bersumber dari aliran silek tuo.

"Dalam latihan ini, kami berupaya terus menerapkan sport sign," ucap Yuzirman.

Sebelumnya silek tuo ditampilkan, halal bi halal yang dihadiri sekitar 200 warga Matua dari berbagai rayon atau kecamatan di Kota Pekanbaru diawali dengan acara seremonial. Yakni pembacaan ayat suci Al Quran, laporan ketua panitia H Yuzirman Sutan Malano, sambutan Ketua Persatuan Matua Saiyo Inlaswardi Tanjung Sutan Rangkayo Alam, sambutan Ketua Harian Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Provinsi Riau Yose Rizal ST MSi Sutan Makmur, tausiyah agama oleh Ustadz Alisar Jumin SAg dan terakhir sepatah kata dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Provinsi Riau Ir Noviwaldy Jusman Datuk Rajo Ameh.

Dalam sambutannya, Ketua Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Inlaswardi Tanjung Sutan Rangkayo Alam menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja siang malam untuk mensukseskan acara halal bi halal ini. Sehingga, acara halal bi halal tahun ini bisa lebih ramai dihadiri warga Matua yang ada di Kota Pekanbaru dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang tidak mengenal waktu dan lelah bekerja demi untuk mensukseskan acara halal bi halal ini," ucap Inlaswardi.

Pada kesempatan itu, Inlaswardi juga menyampaikan cikal bakal berdirinya organisasi Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru. Dimana, Matua Saiyo Pekanbaru ini berdiri atas gagasan beberapa orangtua yang kumpul-kumpul di warung kopi pada waktu itu (tahun 1950-an). Dari kumpul-kumpul itulah, tercetus untuk mendirikan satu wadah organisasi yang saat ini dinamakan Matua Saiyo.

"Organisasi Matua Saiyo ini berdiri pada tahun 1950-an. Organisasi ini berdiri atas prakarsa beberapa orangtua kita dulu demi untuk menyatukan warga Matua yang ada di Kota Pekanbaru. Dan Alhamdulillah, berkat perjuangan dan kerja keras dari orangtua kita dulu, Persatuan Matua Saiyo hingga kini masih terus aktif untuk terus merangkul dan mengajak warga Matua yang ada di rantau bersatu dalam jalinan tali silaturahmi," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Provinsi Riau Ir Noviwaldy Jusman Datuk Rajo Ameh dalam kata sambutannya menyampaikan, sumandonya orang Matur Saiyo. Jadi Insya Allah sudah begitu sangat dekat dengan warga Matur. 

"Karena itu, hendaknya Pak Ketua kalau ada acara halal bi halal ini tiap tahun jangan lupa undang saya. Insya Allah saya akan datang," ujar pria yang akrab disapa Dedet ini seraya menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia telah mengundangnya untuk bisa bersilaturahmi dengan warga Matur.

"Alhamdulillah, kalau kita lihat di acara ini banyak orangtua kita yang hadir. Ini sebenarnya peringatan untuk kita yang muda-muda. Apalagi di acara ini banyak kawan-kawan orangtua saya yang hadir. Mereka, beliau-beliau ini sering bersilaturahmi. Sehingga diumur yang masih sehat, panjang umurnya sampai sekarang. Tapi kok yang muda-mudanya sedikit yang hadir. Mungkin itulah tantangan dan salah bagi kami dari ketua paguyuban Agam yang akan berusaha untuk merangkul yang muda-muda untuk bersilaturahmi. Kadang-kadang mohon maaf, saya belum tahu juga dengan istilah ranji atau yang dikenal dengan silsilah. Untuk itu, kini kita sedang training pasambahan," tutur Dedet yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau.

Terkait diadakannya training pasambahan ini, sebut politisi Partai Demokrat Provinsi Riau ini, tujuannya untuk mengajarkan generasi muda supaya tahu dengan pasambahan. Dan itu sangat penting sekali supaya generasi muda bisa memahami istilah-istilah pepatah minang.

Disamping itu, kata Dedet, dengan adanya acara halal bi halal yang digelar Persatuan Matua Saiyo ini diharapkan bisa menambah kekuatan dan kekompakkan di antara sesama warga Matua yang ada di rantau. 

"Misalnya jika ada yang mendapat musibah, tentu kita bersamalah orang pertama yang menghibur dunsanak (saudara) kita. Kalau ada yang bersenang hati, kita pula yang ikut bersenang hati. Itulah tujuannya dalam berhimpun dan bersilaturahmi. Dan Alhamdulillah, sejak saya menjadi Ketua Umum IKLA di Riau ini, saya merasa semakin banyak sekali dunsanak (saudara) saya. Alhamdulillah saya bersenang hati. Mudah-mudahan bapak/ibu bisa menguatkan silaturami dan sekaligus meningkatkan ukhuwah Islamiyah sebagaimana tausiyah yang disampaikan ustdaz. Sehingga ini bisa menjadi bekal kita untuk menjalin silaturahmi kekeluargaan Matua Saiyo," ujar Dedet.(ron)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]