Inspirasi

Mau Tahu Biaya Super Hemat Kuliah di Selandia Baru? Beca Berikut Ini

Banyak yang perlu diperhitungkan seseorang ketika menempuh pendidikan di luar negeri. Salah satunya adalah biaya hidup sehari-hari.
 
Rini Mayasari, mahasiswi Indonesia yang sedang menyelesaikan program master untuk studi Social Science di Waikato University, Hamilton, Selandia Baru, memberi sedikit bocoran biaya hidup yang rutin dikeluarkannya.
 
Menurut dia, biaya hidup di Hamilton termasuk murah untuk ukuran di Selandia Baru.
 
"Tinggal di sini itu termasuk murah. Bisa dibilang biaya hidup termurah kedua di Selandia Baru," katanya kepada Kompas.com di Waikato University, pekan lalu.
 
Perempuan lulusan Universitas Sriwijaya itu berujar bahwa mahasiswa yang tinggal seorang diri bisa menghabiskan 75 dollar Selandia Baru untuk kebutuhan konsumsi per minggu. Untuk diketahui, 1 dollar Selandia Baru setara Rp 9.000.
 
"Kalau belum berkeluarga, dulu aku cukup mengeluarkan 75 dollar NZ untuk kebutuhan konsumsi seminggu. Sementara untuk sewa flat dan bayar listrik itu 125 dollar NZ per minggu," kata dia.
 
Takaran hidup hemat tentu berbeda dengan mahasiswa asal Indonesia yang memboyong keluarganya ke Selandia Baru. Hitung-hitungannya lain lagi. 
 
"Lain kalau sudah berkeluarga. Saya sekarang sudah menikah, jadi dengan suami dan anak untuk kebutuhan konsumsi selama seminggu bisa menghabiskan 150 dollar NZ. Sewa tempat tinggal dengan dua kamar itu antara 220-250 dollar NZ, bayar listrik 50-70 dollar NZ," ujar Rini.
 
Rini mengaku beruntung dirinya tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar air bersih.
 
"Nah, enaknya di sini enggak ada tagihan air. Air di Hamilton itu gratis, airnya langsung dari Sungai Waikato. Tapi, kalau tinggal di Auckland itu ada tagihan rekening air," jelasnya.
 
Cari pemasukan
 
Untuk menghidupi diri, beberapa mahasiswa Indonesia mencoba mengisi waktu luangnya dengan bekerja paruh waktu. Mereka menuturkan, pemasukan dari kerja paruh waktu bisa meringankan biaya hidup yang rutin mereka keluarkan selama hidup di Selandia Baru.
 
"Part time di sini kita terima bersih setelah potong pajak itu 13 dollar NZ per jam. Lumayan kan kalau kerja dalam seminggu dapat beberapa jam," ujar Nathania Carlosa Nema, mahasiswa asal Semarang yang sedang mengenyam pendidikan Art & Design di Media Design School, di Auckland.
 
Pekerja paruh waktu dapat memanfaatkan peluang menambah pemasukan maksimal selama 20 jam seminggu atau setara dengan pendapatan 260 dollar NZ per pekan.
 
"Untuk visa pelajar, maksimal waktu untuk part time itu 20 jam seminggu. Kalau seperti saya yang visanya bekerja, itu bisa 24 jam seminggu," kata Revindo Mohamad, mahasiswa yang juga nyambi sebagai asisten dosen di Lincoln University, Christchurch.
 
Menurut Revindo, tak ada kata gengsi untuk mencari pemasukan dari bekerja paruh waktu.
 
"Istri saya bekerja paruh waktu bagian cleaning service. Awalnya, sempat yang aduh bagaimana ini. Tapi, lama-lama dia asyik juga, bisa mendapat penghasilan untuk bantu menutupi kebutuhan keluarga saya di sini," tuturnya.(rep05)

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]