Riau

Pemkab Pelalawan Target 4,2 Ton Beras per Ha

Pangkalankerinci-Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pertanian dan Holtikultura Pelalawan untuk menjalani program Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo menjadi daerah kawasan swasembada pangan, terus diwujudkan. 
 
Saat ini program yang dijalani Dinas Pertanian dengan luas lahan pertanian 7.600 hektare yang ada di 12 kecamatan di Kabupaten, sudah mencapai 70 persen. Dalam mewujudkan swasembada pangan terus dilakukan dengan melakukan penanaman menggunakan indeks penanaman (IP) 100, IP 200 dan IP 300.
 
“Ya, kami tentunya serius menjalani program swasembada pangan dengan luas lahan pertanian yang ada di Kabupaten Pelalawan. Dan 2015 ini, Kabupaten Pelalawan menargetkan produksi beras yang ada mencapai 4,2 ton per hektarenya. 
 
Agar produksi beras tercapai, kami selalu mengimbau kepada para petani untuk menanam padi dalam setahun dua atau tiga kali. Pasalnya, selama ini kebanyakan para petani menanam padi yang ada hanya setahun sekali saja dengan menggunakan IP 100. Untuk itu, agar hasil produksi padi meningkat, maka tentunya para petani dihimbau untuk menanam padi dua atau tiga kali dalam satu tahun dengan menggunakan IP 200 dan IP 300,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Ir Syafalefi kepada Riau Pos, Selasa (2/6) di Pangkalankerinci.
 
Namun demikian, sambung Syafalefi, penanaman menggunakan IP 200 dan IP 300 tidak bisa dilakukan semua dilahan pertanian yang ada di Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, penanaman bibit padi menggunakan IP 200 dan IP 300 tersebut, harus melihat kontur tanah yang ada. Sedangkan saat ini kawasan yang menggunakan IP 200 dan IP 300, baru ada dua daerah yakni Desa Betung kecamatan Pangkalan Kuras dan desa di Kecamatan Kuala Kampar.
 
“Hanya saja, penanaman IP 200 selama ini merupakan swadaya dari para petani saja. Sedangkan kalau IP 100 melalui anggaran program pemerintah pusat. 
Sedangkan kendala yang dihadapi petani, saat ini pada infrastruktur dan air. 
 
Swasembada pangan yang di Pelalawan sudah 70 persen dan paling terbesar di Provinsi Riau. Selama ini, hasil produksi beras kita sudah sampai di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Meranti dan Pekanbaru,” paparnya.
 
Ketika ditanya apakah Kabupaten Pelalawan bisa mencapai target 100 swasembada pangan, Ir Syafalefi menambahkan, bahwa kalau mencapai 100 persen mencapai swasembada pangan Kabupaten Pelalawan bisa. Hanya saja hal ini tergantung dukungan dari instansi lainnya yang mau bahu membahu mengejar tersebut. Disamping itu, juga harus merubah imej dan keinginan para petani memakai IP 200 dan IP 300.
 
“Tentunya dalam hal ini pemerintah pusat harus serius memperhatikan atau memprioritaskan Kabupaten Pelalawan agar disalurkan bantuan alat pertanian atau pendanaan ke Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, untuk mengejar target swasembada pangan menggunakan IP 100, harus menghabiskan anggaran dengan sebesar Rp16 miliar. Untuk IP 200, harus menghabiskan anggaran dengan sebesar Rp32 miliar dan IP 300 dengan Rp48 miliar,’’ ucapnya. (rep05/rpc)
 

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]