Nasional

Ini Kesulitan Penyelam Cari Jasad Korban Air Asia

Pangkalan Bun - Pencarian jasad korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 kembali dilakukan hari ini. Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali menurunkan tim penyelam yang seluruhnya berjumlah 132 orang.
 
Direktur Operasional Basarnas, Marsekal Pertama S. B Supriyadi mengatakan, cuaca di darat terlihat cukup cerah dan kecepatan angin yang tidak terlalu kencang. "Tapi kondisi cuaca di bawah laut mudah-mudahan bisa lebih kalem," kata Supriyadi di posko utama Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat, 16 Januari 2015.
 
Beberapa indikasi kesulitan yang dihadapi penyelam, Supriyadi menjelaskan, gelombang tinggi, arus laut yang mencapai 5 knot, dan jarak pandang yang hanya satu meter. "Peralatan juga kendala, karena oksigen hanya ada di KRI Banda Aceh, jadi harus bolak balik."
 
Para penyelam yang terdiri dari 81 marinir, 33 Basarnas, dan 18 anggota Jakarta Diver Club melakukan pencarian jasad korban pesawat Air Asia di kedalaman 30 meter. Proses penyelaman paling cepat berlangsung selama satu jam. 
 
"Nanti mereka mengambil foto dan mengkalkulasi berapa jumlah korban yang masih ada di kabin pesawat sehingga bisa kami siapkan peralatan."
 
Fokus penyelaman hari ini memang difokuskan pada pencarian dan pengangkatan korban. Kemungkinan, kata Supriyadi, jasad korban yang berhasil diangkat akan dikirim lebih dulu ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sebelum diterbangkan ke Surabaya.
 
Selain pencarian jasad, tim juga merencanakan sejumlah persiapan untuk proses pengangkatan badan pesawat Air Asia yang jatuh di perairan Selat Karimata itu. "Kami masih mencari bagian-bagian kokpit dan juga mesin yang diperkirakan masih menempel di sayap pesawat," ujar Supriyadi. (rep01/tco)

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]