Inspirasi

Lolos dari Longsor Maut Banjarnegara: Dia Diselamatkan Allah

Banjar-Fatimah menanggung duka yang dalam. Perempuan 30 tahun itu dalam keadaan hamil tua. Usia kandungannya sudah sembilan bulan. Dia bisa melahirkan setiap saat.
 
Kebahagiaannya menanti kelahiran anak keduanya terenggut ketika tanah longsor melanda di desa tempatnya tinggal, Desa Jemblung, Sampang, Banjarnegara. Fatimah selamat, tetapi nasib suami dan anaknya belum diketahui. Begitu juga dengan ayah dan kedua mertuanya.
 
"Kondisi janinnya sekarang normal, dalam keadaan bagus. Ini hamil kedua, tinggal nanti tunggu kelahiran. Moga-moga kondisinya sehat," ujar Sulistiawati, bidan Puskesmas Karangkobar, tempat Fatimah dirawat, Minggu (14/12/2014).
 
Fatimah kini ditunggui bibinya, Sanis. Seperti Fatimah, Sanis juga berharap cemas menunggu kabar nasib kerabatnya yang hingga kini hilang. 
 
"Keponakan saya cuma tinggal satu ini saja, Fatimah. Semuanya sudah habis, tetapi rumah yang masih utuh," papar Sanis.
 
Sanis mengatakan, Fatimah selamat karena Tuhan menunjukkan jalan untuk keluar dari rumah. 
 
"Dia diselamatkan oleh Allah. 'Kamu lewat di sini saja terowongan, tak kasih jalan,' Siapa yang ngasih jalan itu kalau bukan Allah. Fatimah diberi keselamatan," cetus dia.
 
Fatimah sempat terbenam dalam material tanah sebanyak setengah badan atau satu meter. Dia selamat karena peristiwa itu terjadi dia sedang mengambil sayur di kebun untuk dimasak. 
 
Sementara itu, korban selamat lainnya, Heri (22), mengaku sudah tak tahu apa-apa sejak kejadian longsor. Begitu ada kejadian, dia tak sadar apa-apa. Begitu sadar dia sudah dirawat di puskesmas. 
 
"Saya ndak tahu apa-apa, tiba-tiba dirawat di sini. Kemarin memang sempat lewat di jalan, tetapi tidak tahu apa yang terjadi," ujar Heri, pagi tadi di puskesmas. 
 
Heri dibawa ke puskesmas dalam kondisi pingsan. Kini kondisinya berangsur baik, tetapi dada bagian dalam diakuinya masih terasa sakit. (rep05)
 

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]