Tak Digaji 3 Bulan, Dokter di Gaza Tetap Semangat

Tak Digaji 3 Bulan, Dokter di Gaza Tetap Semangat
Gaza – Jalur Gaza menghadapi Ramadan yang suram di tengah serangan Israel yang diklaim sebagai balasan atas serangan roket kelompok Hamas Palestina. Pengangguran dan kemiskinan semakin meningkat di tengah lumpuhnya kota akibat konflik ini.
 
Kehidupan perekonomian Gaza bisa dikatakan mati. Toko-toko tutup. Tak ada aktivitas jual-beli yang biasanya meningkat pada bulan suci ini. Dan, seperti pekerja pemerintah lainnya, dokter-dokter di Rumah Sakit Al Shifa Gaza pun belum menerima gaji.
 
Mengutip laporan Reuters, Selasa, 15 Juli 2014, para petugas medis ini belum menerima gaji dalam tiga bulan terakhir. Bahkan mereka hanya mendapat setengah gaji selama empat bulan sebelumnya. Krisis uang tunai pada pemerintah Hamas dan cekcok politik internal Palestina menjadi penyebabnya.
 
Meskipun demikian, petugas medis tetap bekerja selama 24 jam setiap hari. Jumlah pasien memang melonjak dalam sepekan terakhir. Toh, mereka tetap menjalankan ibadah puasa, meski berbuka dan sahur dengan makanan seadanya.
 
“Tentu saja sulit untuk makan di rumah sakit. Melihat kondisi orang-orang di dalamnya sudah membuat Anda menjadi orang yang bersyukur,” kata dokter Mohammed Belami. Dia menyadari kemungkinan tak mendapatkan upah untuk seterusnya. Namun tim medis terus bertekad untuk membantu orang-orang di sana. (rep01/tpc)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index