Politik

Bekas Bos Lembaga Survei Pro-Prabowo Buka-bukaan

Jakarta - Bekas Direktur Eksekutif Indonesia Network Election Survei Irwan Suhanto buka-bukaan soal hasil survei lembaganya yang selalu menempatkan elektabilitas Prabowo Subianto mengalahkan Jokowi. Menurut Irwan, survei INES memenangkan Prabowo merupakan pesanan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra.
 
“Saya ungkapkan ke publik, itu pesanan Gerindra. Memesan hasil survei itu memang bisa dilakukan,” kata Irwan saat dihubungi akhir pekan lalu.
 
Irwan mengaku ragu terhadap hasil survei INES sejak awal. "Sejak di INES saya sudah ragu terhadap hasil surveinya. Tapi saya tak lantas bersikap karena perkawanan saya dengan orang-orangnya" kata Irwan yang bergabung dengan INES sejak Agustus 2013.
 
Dia menilai hasil survei INES merupakan alat propaganda Gerindra. “Kepentingan propaganda itulah yang membuat saya keluar,” kata Irwan yang mundur sejak 20 Juni lalu.
 
Meskipun menjadi direktur eksekutif, Irwan tak mengetahui proses survei yang dilakukan INES. Padahal, kata Irwan, seharusnya dia mengetahui semua teknis survei dari hulu sampai hilir. Dia hanya bertugas mengoreksi hasil survei sebelum dipublikasikan. “Saya sudah tak bisa di INES lagi karena memberikan referensi yang berbahaya,” katanya.
 
Ketua Umum Gerindra Suhardi membantah partainya memesan hasil survei ke INES. Menurut dia, partainya tak punya hubungan apapun dengan INES. “Tak ada satu hubungan pun dengan lembaga survei itu,” katanya.
 
Koordinator Data INES, Sutisna, menyangkal lembaganya menerima duit dan berafiliasi dengan Gerindra. “Survei kami tak dapat dipesan untuk kepentingan seseorang atau sekelompok orang,” kata Sutisna. (rep01/tpc)

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]