Pemilu tak buat investor asing ragu ekspansi bisnis di Indonesia

Dibaca: 383 kali  Rabu,13 November 2013 | 02:34:00 WIB

Pemilu tak buat investor asing ragu ekspansi bisnis di Indonesia
Ket Foto :

US Asean Business Council bersama 40 perusahaan di antaranya Boeing, Chevron, Coca Cola, Exxon, Freeport, GE, Google, Nike, Qualcomm, Conoco Phillips menemui Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krishnamurti untuk menjajaki kerja sama penguatan jaringan logistik dan distribusi di Indonesia. Indonesia dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi yang relatif baik dibanding negara Asia lainnya.
 
Bayu mengatakan para perusahaan asing ini tidak khawatir meski Indonesia sebentar lagi memasuki masa Pemilu. "Mereka tetap melihat prospek bisnis Indonesia sangat menjanjikan walaupun mereka juga sadar bahwa tahun depan adalah tahun Pemilu," ujar Bayu di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (13/11).
 
Bayu mengatakan para pebisnis tersebut yakin Pemilu tahun depan tidak akan mempengaruhi jalannya usaha mereka di Indonesia. Kondisi perekonomian diperkirakan masih stabil.
 
"Mereka memandang Indonesia sudah cukup dewasa dalam demokrasi. Sehingga apapun yang terjadi di politik tahun depan itu tidak akan mengganggu bisnis," jelasnya.
 
Penguatan jaringan distribusi dan logistik oleh perusahaan asing ini akan dilakukan di daerah yang bukan sentra industri. Ini juga sebagai upaya pemerataan ekonomi di Indonesia.
 
"Terutama di daerah-daerah yang baik luar Jawa, maupun daerah-daerah yang kita kategorikan sebagai kota-kota kedua atau secondary city, itu mereka sangat mendukung untuk mengembangkan bisnis, tidak hanya terpusat pada daerah-daerah kita seperti Jakarta, Surabaya, tapi daerah lain," terangnya.
 
Kota kedua yang menjadi sasaran investasi pengembangan usaha mereka adalah Jawa timur bagian timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara. "Itu yang beberapa tadi sempat tersebut beberapa daerah itu sangat prospektif," tegasnya.
 
Para pengusaha tersebut, lanjutnya, juga ingin lebih banyak terlibat dalam pengembangan teknologi, termasuk ICT (information and communications technology) dengan berbagai macam perangkat dan keterlibatannya.
 
"Dari sana tentunya ini juga akan memperlancar arus perdagangan seluruh Indonesia maupun dari Indonesia ke luar negeri. Saya kira dua itu yang paling menonjol dan utama dari pertemuan kita," jelasnya. (rep10)
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks