Syamsuar Antusias Paparkan Cara Pencegahan Karhutla di Siak

Dibaca: 321 kali  Kamis,08 September 2016 | 04:01:00 WIB

Syamsuar Antusias Paparkan Cara Pencegahan Karhutla di Siak
Ket Foto :

SIAK-Guna mempererat sinergi antara Pemkab Siak dan Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla);dilaksanakan dengar pendapat di Komplek Abdi Praja Siak Sri Indrapura.  
 
Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Nazir Foead yang memimpin rombongan kunker diterima oleh Bupati Siak Syamsuar dikediamannya.Tidak hanya Nazir, Deputi IV Badan Restorasi Gambut RI Haris Gunawan juga tampak mendampingi,Ahad malam (4/9/2016).   
 
Syamsuar menjelaskan hingga saat ini Pemkab Siak masih terus berupaya untuk mengatasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Syamsuar menyebut keberadaan lahan gambut di Kabupaten Siak setidaknya tersebar di sembilan kecamatan, diantaranya Siak, Mempura, Pusako, Bungaraya, Sabak auh, Dayun, Kandis dan Tualang. Dari sejumlah kecamatan itu, tercatat jumlah kampung rawan karhutla di Kabupaten Siak berjumlah 67 kampung.
 
“Potensi Karhutla di beberapa kecamatan tersebut terus kita pantau dan awasi” sebutnya.Terkait pencegahan dan penanganan karlahut, Syamsuar jauh-jauh hari telah menginstruksikan jajarannya untuk mengupayakan sejumlah langkah strategis.
 
“Pemkab telah membekali masing - masing kampung rawan karhutla 1 unit mesin pemadam portable dan dana operasional pemadaman sebesar 2 juta rupiah, agar bisa digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan” kata Syam.
 
Selain itu, untuk menjaga kelembaban lahan gambut yang ada. Saat ini di Kabupaten Siak telah dibuat sebanyak 254 sekat kanal dan 184 embung di kawasan rawan karhutla tersebut.Khusus upaya pencegahan, Pemkab Siak kata Syamsuar juga telah mengupayakan beberapa langkah penyelamatan lahan gambut.
 
“Pemkab juga mengusulkan peningkatan status areal konservasi Danau Pulau Besar dan Danau Bawah, alhamdulillah disetujui bu Menteri LHK dan telah diresmikan Wapres menjadi Taman Nasional Zamrud” sebutnya.
 
Usulan tersebut kata orang nomor satu di Negeri Istana ini, merupakan hasil pertimbangan yang konsisten terhadap berbagai perkembangan dan nilai kepentingan pengelolaan lahan gambut agar lebih intensif dan efektif.
 
Selain kunjungan Badan Restorasi Gambut RI, Kamis mendatang Rombongan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga dijadwalkan hadir dengan membawa serta sejumlah wartawan media nasional, juga untuk membicarakan penyelamatan lahan gambut.(MC Riau/rep05)
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini