Gaji Dipotong, Ratusan Honorer K2 Duduki Kantor Walikota

Dibaca: 347 kali  Kamis,25 Agustus 2016 | 03:14:00 WIB

 Gaji Dipotong, Ratusan Honorer K2 Duduki Kantor Walikota
Ket Foto :

Pekanbaru - Sekitar 300 tenaga honor kategori dua (K2) baik guru, penjaga sekolah dan tenaga harian lepas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memenuhi lantai III Kantor Wali Kota Pekanbaru, Rabu (24/8). Mereka mempertanyakan pemotongan gaji oleh Pemko Pekanbaru.
 
Ketua Forum Komunikasi Tenaga Honorer K2 Kota Pekanbaru M Alamin yang ikut dalam rombongan honorer ini mengatakan, mereka mendapatkan surat dari Sekko Pekanbaru tertanggal 23 Juli 2016 tentang pengurangan gaji di seluruh SKPD, baik guru, kesehatan, penjaga sekolah dan seluruh tenaga harian lepas (THL) di Pemko Pekanbaru. Pengurangan gaji ini dilakukan menyikapi kondisi keuangan Pemko Pekanbaru.baik guru, kesehatan, penjaga sekolah dan seluruh tenaga harian lepas (THL) di Pemko Pekanbaru. Pengurangan gaji ini dilakukan menyikapi kondisi keuangan Pemko Pekanbaru.
 
‘’Pemko akan mengurangi gaji terhitung mulai bulan depan. Di mana gaji awal Rp2,1 juta (sesuai UMK) menjadi jadi Rp1,6  juta sampai Rp-1,7 juta. Di sini kami berkumpul karena kecewa dengan Pemko Pekanbaru. Kebijakan ini menyakiti seluruh tenaga honor yang digaji melalui APBD,’’ katanya.
 
Karena itu pula mereka meminta penjelasan Sekko tentang surat edaran perihal pengurangan gaji tersebut.’’Kami meminta tenaga honorer yang mengabdi di atas lima tahun wajib dibayarkan gaji sesuai UMR. Tenaga K2 sudah masuk database di Kemen-PAN wajib dipertahankan gajinya sesuai UMR dan diperjuangkan untuk diangkat menjadi PNS. Pemko harus mengusulkan kenaikan gaji setiap tahunnya. Pemko harus bijak dan adil mengambil keputusan ini, karena telah  melanggar peraturan dari Kemenaker. Kami minta keadilan,’’ lanjutnya.
 
Selain masalah pemotongan gaji, para honorer juga mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji mereka. Salah seorang honorer yang mengajar di salah satu SD di Kecamatan Senapelan mengatakan, gaji biasanya paling lambat dibayar setiap tanggal 5. ‘’Namun sudah hampir empat bulan belakangan ini gaji kami dibayarkan tanggal 16-18. Yang lebih parahnya lagi sudah tanggal 24 kita belum menerima gaji,” katanya.
 
Para honorer K2 ini awalnya meminta bertemu dengan Sekko Pekanbaru M Noer. Namun, keinginan mereka tak terpenuhi dan mereka ditemui Kabag Humas Pemko Pekanbaru Rizal.(rep05/rpc)
 
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini