Jelang Gerhana Matahri, MUI Ajak Lakukan Shalat Gerhana

Dibaca: 498 kali  Senin,07 Maret 2016 | 02:01:00 WIB

Jelang Gerhana Matahri, MUI Ajak Lakukan Shalat Gerhana
Ket Foto :

JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) diseluruh provinsi di Indonesia mengajak seluruh umat Islam untuk mendirikan shalat gerhana pada Rabu (9/3). `'Shalat gerhana sunah kalau memang dilalui oleh gerhana meskipun bukan gerhana total," kata Ketua MUI Batam Usman Ahmad di Batam, Sabtu (5/3).
 
Shalat gerhana sangat dianjurkan sebagai cara mensyukuri nikmat khususnya fenomena alam gerhana matahari yang sangat langka terjadi.
 
Shalat ini dianjurkan berjamaah dan tidak perlu waktunya bersamaan dengan saat gerhana, asalkan harinya masih sama.
 
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Hang Nadim Batam memastikan fenomena alam Gerhana Matahari Sebagian dapat disaksikan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan magnitudo terentang antara 0,815 di Ranai Natuna hingga 0,936 di Daik pada Rabu (9/3).
 
"Secara umum, di Kepri gerhana akan dimulai pada pukul 06.22 WIB, puncak gerhana akan terjadi pada pukul 07.24 WIB dan gerhana akan berakhir pada pukul 08.33 WIB," kata Kepala Stasiun BMKG Batam Philip Mustamu.
 
Gerhana matahari adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi.
 
Sedangkan, gerhana matahari total (GMT) merupakan fenomena alam saat posisi matahari, bulan, dan bumi pada satu garis lurus. Dampak dari kejadian ini, sebagian bumi akan terkena bayangan gelap bulan sehing ga tidak melihat matahari.
 
GMT akan terjadi pada 9 Maret 2016. Kejadian itu jarang terjadi karena GMT di tempat yang sama de ngan membutuhkan waktu kurang le bih selama 350 tahun. GMT akan melintasi 11 provinsi di Indonesia, yakni Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi, Bangka- Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kaliman tan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
 
Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Jawa Timur, Achmad Mulyadi, juga mengajak umat Islam menunai shalat kusuf (shalat gerhana matahari) pada 9 Maret 2016.
 
"Shalat gerhana ini merupakan syariah dan pernah dilaksanakan oleh Nabi Muhammad semasa beliau masih hidup pada tahun ke-10 Hij riyah," katanya di Pamekasan, kemarin.
 
Dosen ilmu falak ini menjelaskan, shalat gerhana yang dilaksanakan Nabi Muhammad dijelaskan dalam beberapa hadis. Caranya, dengan dua ra kaat dengan empat kali rukuk dan empat kali sujud. Pelaksanaan shalat di kaitkan dengan kegiatan rukyat (atau melihat secara langsung peristiwa gerhana), bukan dengan perhitungan saja (hisab).
 
"Oleh karenanya itu, mari kita laksanakan shalat, sembari menikmati peristiwa indah dan jarang terjadi ini," ajak dosen Fakultas Syariah STAIN Pamekasan itu.
 
Bersamaan Nyepi MUI Denpasar mengimbau agar umat Islam yang hendak melaksanakan shalat gerhana matahari dilakukan di masjid terdekat. Itu kata Ketua MUI Denpasar Saefudin untuk menjaga suasana tetap hening.
 
Pada saat gerhana matahari, umat Hindu secara berbarengan melaksanakan Nyepi, yang mana pada hari itu tidak diperkenankan adanya bunyi-bunyian, termasuk berkendaraan. "Kita juga harus menghormati umat Hindu yang sedang melakukan Beratha Penyepian," kata Saefudin di Denpasar, Jumat (4/3).
 
Saefuddin mengatakan, takmir masjid yang masjidnya dijadikan tempat shalat gerhana matahari secara berjamaah memberitahukannya kegiatan itu kepada para pecalang.
 
"Agar dikoordinasikan sejak jauh- jauh hari untuk pengamanan,'' katanya. Oleh Ahmad Baraas/antara, ed: Nina Chairani. (rep05)
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks