Soal Konflik Laut Cina Selatan, Ini Saran Jokowi untuk Obama

Dibaca: 489 kali  Rabu,17 Februari 2016 | 04:44:00 WIB

Soal Konflik Laut Cina Selatan, Ini Saran Jokowi untuk Obama
Ket Foto :

Jakarta - Presiden Joko Widodo menyinggung masalah konflik Laut Cina Selatan ketika membacakan sambutan dalam acara Working Dinner bersama Presiden Barack Obama dan pemimpin negara ASEAN di Sunnylands Historic Home, Amerika Serikat, Selasa, 16 Februari 2016. Anggota Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, mengatakan Jokowi mengusulkan, untuk menyelesaikan konflik di Laut Cina Selatan, rivalitas kekuasaan harus dicegah.
 
Selain itu, kata Ari, Presiden Jokowi mengatakan kawasan Laut Cina Selatan harus menjadi area yang damai dan stabil. "Untuk mewujudkan perdamaian di kawasan itu, Presiden menekankan agar hukum internasional harus dihormati dan rivalitas kekuasaan harus dicegah," katanya.
 
Ari mengatakan setiap kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara ASEAN diberi kesempatan menyampaikan sambutan dalam acara Working Dinner bersama Presiden Barack Obama tersebut. Acara makan malam itu bertema "On Regional Strategic Outlook".
 
Ketika menyampaikan sambutan, kata Ari, Presiden Jokowi mengutarakan sejumlah isu krusial, seperti konflik di Laut Cina Selatan, konflik Arab Saudi dan Iran, penyelesaian konflik Palestina, serta isu terorisme.
 
Selain itu, Ari melanjutkan, Jokowi menegaskan bahwa Declaration of Conduct harus dilaksanakan secara efektif. Untuk mencegah konflik, Jokowi mengimbau semua pihak yang terlibat konflik menghentikan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan ketegangan. "Sebagai non-claimant state, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia ingin memberikan kontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan," ucapnya.
 
Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Amerika untuk menghadiri ASEAN-US Summit pada 15-16 Februari 2016. Setelah menghadiri KTT ASEAN-AS, Presiden dan rombongan akan menuju San Francisco, California, Amerika, untuk menyampaikan pidato kunci dalam acara US-ASEAN Business Council (US-ABC) pada 17 Februari 2016. Di sela acara ini, Presiden akan berkunjung ke Silicon Valley. (rep05)
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks