Jangan Salah Ya, Gaya Asuh Orangtua Tentukan Masa Depan Anak

Dibaca: 477 kali  Senin,11 Januari 2016 | 12:34:00 WIB

 Jangan Salah Ya, Gaya Asuh Orangtua Tentukan Masa Depan Anak
Ket Foto :

SETIAP kepala berbeda pula pikirannya. Termasuk dengan pola atau gaya asuh yang diterapkan setiap orangtua. Namun, semua gaya asuh orangtua hampir sama.
 
Berikut empat gaya asuh utama yang biasa dipakai orangtua di seluruh dunia:
 
Pengasuhan resmi
 
Orangtua yang menganut gaya pengasuhan seperti ini adalah penuh perhatian, pemaaf, dapat memahami bagaimana perasaan anak-anak, dan mengajarkan mereka bagaimana mengatur perasaan. Mereka tidak memaksa anak-anak untuk selalu mematuhi aturan, tetapi membuat mengerti mengapa harus mengikuti aturan dan peraturan tertentu. Mereka mendorong anak-anak untuk selalu mandiri, tapi tetap mengontrol dan membatasi tindakan mereka.
 
Pengasuhan serbamembolehkan
 
Orangtua dengan gaya asuh yang seperti ini sangat merawat, menerima, dan responsif terhadap kebutuhan, serta keinginan anak. Dikenal juga sebagai pengasuhan yang memanjakan, gaya ini memungkinkan anak-anak untuk menjadi diri yang harus diatur. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi manja dan selalu bergantung pada orang di sekelilingnya, baik itu di rumah, sekolah, dan lingkungannya.
 
Pengasuhan otoriter
 
Ini merupakan gaya pengasuhan yang ketat, di mana orangtua menetapkan peraturan untuk anak-anak dan bila melakukan kesalahan, sudah pasti mendapatkan hukuman yang kaku. Orangtua otoriter berharap banyak dari anak-anak mereka, tetapi umumnya tidak menjelaskan alasan mengapa mereka terlalu banyak memberi aturan dan batas. Hal ini akan menghambat komunikasi antara anak dan orangtua, karena mengakibatkan mereka enggan untuk terbuka pada orangtua.
 
Tidak pernah terlibat pengasuhan
 
Keterlibatan orangtua dalam proses pengasuhan ini adalah nol. Mereka tidak berkomunikasi secara efektif dengan anak-anak. Orangtua seperti ini lalai karena hanya memprioritaskan diri sendiri yang sedang mengalami keretakan rumah tangga, masalah keuangan, dan lain sebagainya. Kurangnya dorongan dari orangtua akan menyebabkan anak semakin terpuruk, bahkan bisa hancur masa depannya. Demikian dilansir Timesofindia, Minggu (10/1/2016). (rep05)
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks