Setya Novanto: Saham bukan untuk Pak JK, Tapi untuk Negara

Dibaca: 377 kali  Jumat,20 November 2015 | 02:58:00 WIB

Setya Novanto: Saham bukan untuk Pak JK, Tapi untuk Negara
Ket Foto :

Jakarta-Ketua DPR Setya Novanto tak menyangkal ada pembicaraan mengenai bagian saham saat dia dan pengusaha minyak Riza Chalid menemui Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Pada transkrip percakapan yang diterima Kompas.com dari internal DPR, Riza lah yang menyatakan berniat memberi sembilan persen untuk Wakil Presiden Jusuf Kalla. 
 
"Bukan maksudnya dia itu ke Jusuf Kalla, maksudnya ke Negara itu," kata Novanto saat ditemui di kediamannya, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (18/11/2015) malam. 
 
Novanto mengatakan, saham yang dibicarakan berbentuk divestasi. Divestasi tersebut akan disalurkan ke Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah. 
 
"Jadi enggak ada dia minta saham, enggak ada, kalau yang saya lihat ya," ujar dia. 
 
Politisi Partai Golkar ini, menambahkan, tak mudah bagi perusahaan Amerika sekelas Freeport untuk melepas sahamnya tanpa pertanggungjawaban. Menurut dia, pengeluaran sekecil apapun pasti dipertanggungjawabkan sehingga sulit jika meminta saham untuk orang per orang.
 
"Ini lebih pada masalah divestasi. Akhirnya teman saya (Riza) berusaha untuk secara joke, ini saham freeport divestasinya berapa? Dalam hal (transkrip) itu memang masih ada yang terpotong, itu yang nanti akan kita lihat," kata Novanto. 
 
Dugaan Novanto mencatut nama Presiden dan Wapres ini sudah dilaporkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan, Senin (16/11/2015) kemarin.
 
Sudirman menyebut Setya Novanto bersama pengusaha minyak Reza Chalid menemui Maroef sebanyak tiga kali. Pada pertemuan ketiga 8 Juni 2015, Novanto meminta saham sebesar 11 persen untuk Presiden dan 9 persen untuk Wapres demi memuluskan renegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport. 
 
Novanto juga meminta agar diberi saham suatu proyek listrik yang akan dibangun di Timika, dan meminta PT Freeport menjadi investor sekaligus off taker (pembeli) tenaga listrik yang dihasilkan dalam proyek tersebut. Sudirman turut menyampaikan bukti berupa transkrip pembicaraan antara Novanto, pengusaha, dan petinggi PT Freeport. (rep05)
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini