Anda Merasa Lelah Terus? Waspada Serangan Kabut Asap

Dibaca: 454 kali  Senin,07 September 2015 | 02:12:00 WIB

 Anda Merasa Lelah Terus? Waspada Serangan Kabut Asap
Ket Foto :

Jakarta-Kabut asap akibat kebakaran hutan yang saat ini terjadi di Sumatra dan Kalimantan memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, lingkungan, dan kelestarian hayati. 
 
Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI‎ Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengatakan pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.
 
Kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal atau setempat pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan yang memang langsung kena asap kebakaran hutan. Kabut asap juga menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi, mulai dari Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan bila berat bisa sampai ke pneumonia. ‎
 
Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi. "ISPA jadi lebih mudah terjadi utamanya karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh, pola bakteri atau virus penyebab penyakit dan buruknya lingkungan," ujarnya, Ahad (6/9). ISPA di kebakaran hutan terjadi melalui tiga mekanisme, yaitu iritasi, infeksi, dan penurunan daya tahan tubuh‎‎‎ untuk melawan kuman atau virus. 
 
Gangguan iritasi serupa juga dapat terjadi di mata dan kulit, yang langsung kontak dengan asap kebakaran hutan. "Bisa menimbulkan keluhan gatal, mata berair, peradangan dan infeksi yang memberat," kata dia. 
 
Dampak kabut asap dapat pula memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain seperti bronkitis. Pasalnya asap kebakaran hutan akan masuk terhirup ke dalam paru‎. "Kemampuan kerja paru pun menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas," ucap Tjandra. (rep05)
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini