Ini Dia Jurus Menghindari Serangan Asap di Riau

Dibaca: 519 kali  Senin,03 Agustus 2015 | 12:16:00 WIB

 Ini Dia Jurus Menghindari Serangan Asap di Riau
Ket Foto :

Pekanbaru-Pakar Kesehatan Nasional, Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, menyarankan delapan cara pada masyarakat untuk melindungi diri dari risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan Riau yakni pertama minum air putih lebih banyak dan lebih sering.
 
"Karena manfaat air putih sebagai penyeimbang sistem getah bening," kata Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan RI dalam keterangannya, kemarin.
 
Saran demikian disampaikannya terkait peningkatan kabut asap kebakaran hutan, utamanya di sebagian Sumatera dan Kalimantan. Musim kemarau kini sudah melanda Riau dengan berbagai akibatnya seperti kekeringan, gagal panen, kekurangan air bersih dan sampai terjadinya kebakaran hutan.
 
Menurut dia, saat sistem getah bening dapat bekerja dengan optimal, maka tubuh akan memiliki kekuatan lebih untuk melawan infeksi yang dapat menganggu kualitas kesehatan tubuh yang anda miliki.
 
Dengan meminum air putih lebih banyak dan sering, katanya, bisa mengatasi dehidrasi dan manambah kebugaran tubuh.
 
"Saran meminum ari putih lebih banyak dan sering, penting apalagi, kabut asap akibat kebakaran hutan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, lingkungan, dan kelestarian hayati," katanya.
 
Ia mengatakan, secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit.
 
Pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.
 
Oleh karena itu, katanya, saran kedua yang harus dilakukan adalah buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu dimasak dengan baik.
 
"Selain itu hindari atau kurangi aktivitas di luar rumah dan gedung, terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan. Jika terpaksa pergi ke luar rumah dan gedung maka sebaiknya menggunakan masker," katanya.
 
Bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasehat kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.
 
"Selalu berperilaku hidup bersih sehat (PHBS), seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yg cukup dan lainnya. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah,  sekolah, kantor dan ruang tertutup lainnya Penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik," katanya.
 
Sementara itu, terdapat delapan jenis gangguan kesehatan dapat terjadi akibat kabut asap kebakaran hutan yakni iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan infeksi.
 
Kabut asap dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan lainnya. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
 
Bagi mereka yang berusia lanjut dan anak-anak (juga mereka yang punya penyakit kronik) dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan. Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi. Secara umum maka berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
 
"Bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi," katanya.
 
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, utamanya karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus dan lainnya,  penyebab penyakit dan buruknya lingkungan. (rep05)
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini