Jangan Salah, Kuliah Online Perlu Persiapan Matang

Dibaca: 486 kali  Kamis,16 Oktober 2014 | 03:03:00 WIB

 Jangan Salah, Kuliah Online Perlu Persiapan Matang
Ket Foto :

Jakarta-Kuliah daring (online) merupakan cara untuk memperluas akses pendidikan tinggi secara cepat. Namun, ada berbagai kendala dan tantangan yang akan dihadapi oleh perguruan tinggi untuk melaksanakan sistem pendidikan tersebut.
 
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, kuliah daring membutuhkan banyak persiapan daripada kuliah konvensional. Setidaknya, kata M Nuh, ada tiga tahap yang harus dibangun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait kuliah daring.
 
"Yang dibangun tiga tahap. Pertama terkait konten. Ini tidak sama dengan membuat materi kuliah terus diupload. Beda jauh. Kuliah daring ada fungsi interaktif antara mahasiswa dengan dosen," ujar M Nuh di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2014).
 
Kedua, lanjutnya, ada sistem evaluasi. Ada fungsi agregator sebagai penjamin mutu. Keberadaan agregator memastikan dan menjamin mahasiswa yang ikut kuliah daring bisa dipertanggungjawabkan.
 
Kemudian yang ketiga, terkait regulasi. M Nuh mengaku telah mempersiapkan Peraturan Menteri (Permen) terkait sistem kuliah daring Kemendikbud.
 
M Nuh mengatakan, kuliah daring yang kelak terintegrasi dengan seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta itu akan berjalan dengan baik selama setiap perguruan tinggi mau mengakui satu sama lain. Sebab, lanjutnya, sistem perkuliahan tersebut memungkinkan mahasiswa dari kampus berakreditasi C untuk mengambil mata kuliah di kampus berakreditasi A.
 
"Bisa berjalan dengan baik jika satu di antara perguruan tinggi saling mengakui. Kalau ada mahasiswa perguruan tinggi A bisa ambil mata kuliah di perguruan tinggi B dan hasilnya diakui. Selain memperluas akses juga meningkatkan kualitas bisa ikut mendorong kapasitas perguruan tinggi," urainya. (rep05)
 
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks