Hasil Survei INES Dinilai Muncul Tiba-tiba

Dibaca: 406 kali  Selasa,15 Juli 2014 | 11:48:00 WIB

Hasil Survei INES  Dinilai Muncul Tiba-tiba
Ket Foto :

Jakarta - Bekas Direktur Eksekutif Indonesia Network Election Survei Irwan Suhanto mengakui hasil survei INES yang selalu memenangkan Prabowo Subianto merupakan pesanan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra. Irwan mengaku kaget, setelah dia mundur dari INES pada 20 Juni lalu tiba-tiba muncul hasil survei yang menempatkan elektabilitas Prabowo-Hatta 54,3 persen dan Jokowi-JK hanya 37,6 persen. 
 
“Saat saya mundur, INES sedang tak membuat survei. Tiba-tiba muncul survei tanggal 2 Juli. Tak masuk akal karena perlu waktu minimal sebulan untuk melakukan survei,” kata Irwan saat dihubungi akhir pekan lalu. Menurut Irwan, tak masuk akal INES mensurvei lebih dari 5 ribu responden dalam waktu singkat. 
 
Dalam pemaparan hasil surveinya pada Jumat, 4 Juli lalu, Direktur Eksekutif INES Sudrajat Saca Sawitra mengatakan survei dilakukan pada 25 Juni-2 Juli atau selama delapan hari. Jumlah koresponden 6.929 orang dengan simpang kesalahan 1,31 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Prabowo-Hatta unggul jauh dibandingkan Jokowi-JK. 
 
Irwan Suhanto mengaku sejak awal bergabung dengan INES curiga dengan hasil survei lembaga tersebut. "Sejak di INES saya sudah ragu terhadap hasil surveinya. Tapi saya tak lantas bersikap karena perkawanan saya dengan orang-orangnya" kata Irwan yang bergabung dengan INES sejak Agustus 2013.
 
Dia mengaku tak tahu persis kegiatan INES. Meskipun menjadi direktur eksekutif, Irwan hanya bertugas mengoreksi hasil survei sebelum dipublikasikan. Seharusnya, kata dia, pimpinan lembaga survei mengetahui semua teknis survei sejak hulu hingga hilir. “Saya sudah tak bisa di INES lagi karena memberikan referensi yang berbahaya,” katanya.
 
Ketua Umum Gerindra Suhardi membantah partainya memesan hasil survei ke INES. Menurut dia, partainya tak punya hubungan apapun dengan INES. “Tak ada satu hubungan pun dengan lembaga survei itu,” katanya.
 
Koordinator Data INES, Sutisna, membantah pernyataan Irwan. Dia mengklaim lembaganya telah bekerja secara independen dan data yang dikumpulkan valid. “Dapat dijamin keaslian data kami,” katanya. Direktur Eksekutif INES, Sudrajat Saca Sawitra, mengatakan lembaganya bekerja secara independen. “Kami tak dibayar siapapun. Kami bekerja secara swadaya. Independensi adalah prinsipnya,” kata Sudrajat. (rep01/tpc)
Akses Detakpekanbaru.Com Via Mobile m.detakpekanbaru.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks